Pelaksanaan Sekolah Ramah Anak
Di SMAN 1 Pekalongan
Sekolah ramah anak (SRA) adalah satuan pendidikan formal, nonformal, dan informal yang berupaya menjamin, memenuhi, dan menghargai hak-hak, memberikan perlindungan, serta mendukung partisipasi anak. SRA menyediakan lingkungan yang aman, bersih, sehat, peduli, dan berbudaya lingkungan hidup untuk menjamin pemenuhan hak anak. Di sekolah ini, hak anak dihormati dan semua anak diperlakukan sama tanpa ada diskriminasi. Ini termasuk anak yang berkebutuhan khusus, kekurangan secara ekonomi, hidup dengan HIV, atau berasal dari etnis dan agama minoritas. Ini seperti sekolah inklusi di mana anak-anak berkebutuhan khusus dapat belajar bersama anak-anak umum lainnya di satu sekolah. Selain dari diskriminasi, SRA pun berupaya melindungi anak dari kekerasan dan perlakuan salah lainnya selama berada di satuan pendidikan. Sementara dalam mendukung partisipasi anak, sekolah ramah anak mendukung keaktifan dari anak atau murid dalam segala kegiatan serta mengemukakan pendapat. Berikut adalah beberapa contoh pelaksanaan SRA di SMAN 1 Pekalongan.
1. Fasilitas Sekolah Yang Memadai.
Untuk mendukung pengembangan bakat, minat, dan keterampilan anak, SMA 1 Pekalongan memiliki sejumlah fasilitas atau sarana prasarana yang memadai dan mendukung. Hal ini bertujuan agar para siswa fokus dan nyaman saat kegiatan belajar berlangsung.
2. Metode Pembelajaran Yang Menyenangkan.
Dibandingkan dengan cara yang keras, metode pembelajaran pada sekolah ramah anak dilakukan dengan cara yang menyenangkan, penuh kasih sayang, dan bebas dari perlakuan diskriminasi. Tidak hanya di dalam kelas, metode ini juga kerap diterapkan di luar kelas. Metode ini dilakukan dengan menyediakan pengalaman belajar serta proses pembelajaran yang mengembangkan karakter dan potensi anak.
3. Ekstrakulikuler Sesuai Bakat dan Minat Siswa.
Contoh kegiatan program sekolah ramah anak lainnya adalah dengan menyediakan berbagai ekstrakurikuler sesuai dengan bakat dan minat siswa. Seperti musik, karya ilmiah remaja, bidang literasi, musik, dan lain sebagainya. Setiap siswa bisa memilih kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan bakat dan minatnya. Tidak hanya memberi wadah, sarana dan prasarana saja. Sekolah juga bisa mendistribusikan minat siswa agar bisa lebih berkembang di luar sekolah. Dengan ekstrakurikuler ini, siswa akan merasa bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan. Karena siswa bisa berkembang sesuai dengan hobi, minat, dan bakatnya.



